QRIS108 dan Keunikan Kuliner Masyarakat Tripuri
Mui Borok Food merupakan bagian penting dari kekayaan kuliner tradisional masyarakat Tripura yang dikenal melalui penggunaan bahan-bahan lokal dan cita rasa yang khas. Hidangan tradisional ini berkembang dari kebiasaan masyarakat dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, seperti beras, ikan, sayuran, rebung bambu, serta berbagai bumbu sederhana. Melalui QRIS108, pembahasan mengenai Mui Borok Food dapat menjadi cara untuk mengenal lebih dekat bagaimana makanan tradisional Tripura mencerminkan kehidupan, kebiasaan, dan warisan budaya masyarakat setempat.
Keunikan Mui Borok Food tidak hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada cara bahan makanan dipersiapkan dan diolah secara turun-temurun. Beberapa hidangan menggunakan bahan fermentasi seperti berma, sementara hidangan lainnya memanfaatkan rebung bambu, ikan, sayuran, dan bahan lokal lainnya untuk menciptakan karakter rasa yang berbeda. Setiap makanan memiliki hubungan dengan tradisi masyarakat Tripuri, sehingga Mui Borok Food menjadi bagian dari identitas kuliner yang menarik untuk dipelajari dan dikenal lebih luas.
01
Mui Borok
Mui Borok dianggap sebagai makanan pokok dan jiwa dari kuliner Tripura. Hidangan berkuah yang sangat sehat ini dimasak tanpa minyak sama sekali. Komponen utamanya adalah Berma (ikan fermentasi) yang direbus bersama sayuran musiman, kentang, cabai hijau, dan tunas bambu (rebung) hingga menghasilkan cita rasa gurih, asin, dan sedikit asam yang khas.
02
Gudok
Gudok adalah hidangan legendaris berupa rebusan sayuran kental yang dimasak di dalam pipa bambu. Makanan ini memadukan kentang, kacang-kacangan, rebung, cabai, dan Berma. Semua bahan direbus perlahan di dalam bambu di atas bara api, lalu ditumbuk kasar sebelum disajikan guna mengeluarkan aroma alami bambu yang pekat. Kuliner ini juga kerap ditambahkan daging babi atau ikan.
03
Chakhwi
Chakhwi merupakan salah satu hidangan tradisional berbasis rebung yang paling terkenal di Tripura. Makanan ini memadukan potongan rebung segar, nangka muda, pepaya mentah, dan daging babi yang dimasak bersama soda kue (baking soda/alkali) lokal. Penggunaan alkali ini memberikan tekstur unik yang lembut dan mempertahankan warna cerah sayurannya.
04
Wahan Mosdeng
Wahan Mosdeng adalah hidangan berbahan dasar daging babi panggang yang disajikan seperti salad atau sambal kering. Daging babi (atau terkadang ayam) dibakar atau direbus terlebih dahulu, kemudian disuwir dan diaduk bersama irisan bawang merah, cabai hijau yang dibakar, ketumbar, dan minyak mustard. Hidangan ini terkenal dengan sensasi rasa pedas yang membakar lidah.
05
Bhangui
Bhangui adalah hidangan nasi khas yang dibungkus dengan daun pisang berbentuk kerucut. Berbeda dengan nasi biasa, Bhangui menggunakan beras khusus (biasanya beras sun-dried atau ketan) yang dicampur dengan parutan jahe, bawang merah, dan sedikit minyak samin (ghee) sebelum dikukus. Proses pengukusan di dalam daun memberikan aroma wangi yang sangat menggugah selera.
06
Muya Awandru
Muya Awandru adalah kuliner berkuah kental yang berbahan dasar rebung, tepung beras, dan ikan fermentasi Berma. Tepung beras digunakan sebagai pengental alami kuahnya. Kombinasi rasa manis alami dari rebung segar serta rasa gurih menyengat dari Berma menghasilkan perpaduan rasa autentik yang disukai masyarakat setempat.
07
Mosdeng Serma
Mosdeng Serma adalah sambal atau chutney pedas-asam khas Tripura. Sambal ini dibuat dengan menumis atau menghaluskan tomat, cabai merah kering, bawang putih, dan pastinya Berma. Makanan pendamping ini selalu hadir di meja makan untuk menambah selera saat menyantap nasi hangat dan lauk rebusan
08
Kosoi Bwtwie
Kosoi Bwtwi adalah hidangan sayur sehat yang dibuat dari kacang panjang atau buncis hijau yang direbus. Kacang-kacangan tersebut dipotong-potong lalu dimasak bersama Berma, cabai hijau, dan terkadang ditambahkan daun herbal lokal (khundrupui) untuk menambah aroma. Kuliner ini merupakan contoh nyata dari prinsip memasak masyarakat Tripuri yang mengutamakan kesehatan dan kesederhanaan bahan